Lewati ke konten utama
PROJECT ZQQ
Bahasa Indonesia

Kota Hakusan, Prefektur Ishikawa

Menuju Shiramine (Kawasan Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional) Menyusuri deretan rumah bersalju perlahan dengan sedan merah berpenggerak empat roda

Sore itu aku melintasi permukiman dengan sedan merah berpenggerak empat roda. Sambil memandang jalan dan memegang setir dengan kedua tangan, aku teringat bentuk rumah-rumah yang kulihat saat berjalan siang tadi. Ini kisah perjalanan singkat di musim dingin untuk menikmati desa yang bersalju.

Baca kisah tentang deretan rumah di bulan Februari dan kuliner yang ingin kunikmati di Shiramine.

Suasana musim dingin di Shiramine. Aku melaju perlahan dengan sedan merah berpenggerak empat roda di jalan di antara dinding batu bersalju dan rumah-rumah tradisional, sambil memegang setir dengan kedua tangan.

Musim dinginSore hari pada bulan Februari

Menyusuri deretan rumah bersalju perlahan dengan sedan merah berpenggerak empat roda

Menjelang sore di Shiramine, cahaya dari rumah-rumah menyinari salju. Di dalam sedan merah berpenggerak empat roda, aku meletakkan kedua tangan di setir dan melaju perlahan di jalan desa sambil terus memandang ke depan. Bahkan dari balik jendela mobil, tebalnya salju di atas atap rumah terlihat jelas.

Siang tadi, setelah memarkir mobil dan berjalan kaki, bentuk jendela rumah-rumah itu menarik perhatianku. Jendelanya tinggi dan ramping, sementara dindingnya lebar. Aku sudah tahu bahwa Shiramine masih memiliki arsitektur khas daerah bersalju lebat, tetapi setelah melihat rumah-rumahnya sendiri, semua itu terasa jauh lebih nyata.

Salju menggunduk di atap dan dinding batu yang rendah. Aku datang untuk melihat bentuk rumah-rumahnya, tetapi begitu salju turun, garis bentuknya pun ikut berubah. Sambil sedikit merapatkan tubuh di balik mantel, aku mengamati dinding dan tepi atap, membandingkan bentuk keduanya perlahan.

Setelah selesai berjalan-jalan, aku kembali ke mobil dan keluar ke jalan desa menjelang sore. Sambil mengingat bentuk rumah-rumah yang kulihat siang tadi, pandanganku tetap tertuju ke jalan. Aku menjaga genggaman pada setir tetap tenang, lalu melaju mengikuti lebar jalan yang tersedia. Aku tidak terburu-buru melewati kawasan ini; pikiranku kembali pada hari yang kuhabiskan di sini.

Shiramine ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional pada 2012. Awalnya aku datang untuk melihat desa yang berselimut salju, tetapi kehidupan sehari-hari terus berlangsung di sini. Setiap kali teringat dinding dan jendela yang kulihat siang tadi, aku tak lagi bisa memandang deretan rumah ini sekadar sebagai pemandangan musim dingin.

Lain kali, aku ingin mampir ke pemandian umum Shiramine Onsen Sōyu dan mencicipi tochi-mochi yang telah lama dikenal di kaki Gunung Hakusan. Kalau perjalanan di hari bersalju ini dilengkapi waktu untuk menghangatkan badan dan cita rasa khas pegunungan, rasanya aku akan makin menyukai tempat ini. Sambil menyusuri jalan saat senja, aku sudah membayangkan kesenangan di kunjungan berikutnya.

Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.

Foto tempat ini1 gambar

  • Kota Hakusan, Prefektur Ishikawa · Musim dingin

Kuliner khas

Hakusan tochi-mochi

Camilan berbahan biji tochi yang telah lama dinikmati di kaki Gunung Hakusan. Tochi-mochi dari Shinsa Honpo juga dikenal dengan rasa sedikit pahit. Setelah berjalan-jalan di kota bersalju, aku ingin menikmati cita rasa khas pegunungan itu juga.

Daya tarik

Deretan rumah di wilayah bersalju lebat

Di Shiramine berjajar rumah-rumah dengan gaya arsitektur khas yang berakar pada konstruksi gudang tradisional berdinding tanah. Saat melihat dinding dan jendelanya dari dekat, aku jadi ingin tahu lebih banyak tentang cara warga setempat menjalani hidup di tengah salju.

Kawasan pelestarian yang ditetapkan pada 2012

Shiramine ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional. Setelah datang untuk menikmati pemandangan bersalju, aku jadi ingin kembali untuk mengenal sejarah rumah-rumahnya dengan lebih tenang.

Info jalan

Jalan di kawasan Shiramine

Menuju kawasan Shiramine di Kota Hakusan. Di musim dingin, aku menyusuri permukiman perlahan dengan sedan merah berpenggerak empat roda.

Siang hari aku berjalan kaki sambil mengamati dinding dan jendela rumah; menjelang sore, aku melintasi kawasan ini sambil tetap memandang jalan. Bagiku, keduanya menjadi bagian penting dari kenanganku tentang Shiramine.