Kota Genkai, Prefektur Saga
Terasering Hamano'ura Aku ingin terus memandangi cahaya di sawah sampai matahari terbenam
Hamparan terasering itu menuruni lereng hingga ke laut, dengan matahari senja terpantul di permukaan airnya. Rasanya aku ingin berlama-lama memandanginya sampai matahari makin rendah.
Yuk nikmati senja musim semi lewat daya tarik tempat ini dan kisah perjalananku.
Musim semiSore hari pada awal Mei
Pemandangannya membuatku berhenti memotret
Aku turun dari mobil untuk memandangi Terasering Hamano'ura. Petak-petak sawah bertingkat membentang ke arah laut, dan matahari senja terpantul di permukaan airnya. Aku sampai berseru, “Wah!” Setelah itu, aku tak bisa menemukan kata-kata lagi.
Begitu berhenti di gardu pandang, bentuk sawahnya terlihat jelas. Petak-petaknya tidak tersusun lurus, melainkan berkelok mengikuti lereng. Setiap kali mataku mengikuti pematangnya, permukaan air yang berkilau tampak berbeda satu sama lain. Tanganku tetap bertumpu di pagar sementara aku asyik memandanginya.
Aku mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto kenang-kenangan. Terasering dan laut memang tertangkap di layar, tapi pemandangan yang ada tepat di depanku menarik perhatianku, jadi aku langsung mengangkat kepala lagi. Aku datang untuk memotret, tapi malah berdiri lama dengan ponsel di tangan tanpa mengambil foto. Lucu juga, aku sampai tertawa kecil.
Kusimpan ponselku, lalu kali ini memandang pemandangan itu dengan tangan kosong. Cahaya dari laut juga terpantul di permukaan sawah, dan kilaunya berubah seiring matahari makin condong. Aku terus ingin melihat kembali pemandangan yang baru saja kulihat, jadi rasanya tak kunjung tiba waktu yang tepat untuk pulang.
Kupikir pemandangan secantik ini akan membuatku riuh kegirangan. Tapi di sini, aku lebih lama diam memandang daripada berseru-seru. Dadaku berdebar kencang, tetapi tubuhku tetap tak bergerak. Begitulah rupanya aku saat berhadapan dengan terasering di senja hari.
Saat akhirnya meninggalkan gardu pandang, aku masih sempat menoleh sekali lagi. Bukan hanya laut, sawah-sawahnya pun memantulkan matahari senja. Aku bahagia bisa melihat pemandangan itu langsung, dan setelah naik ke mobil pun aku masih tersenyum-senyum sendiri cukup lama.
Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.
Kuliner khas daerah
Gelato susu peternakan Genkai
Di Matsumoto Aisu Kōbō di Genkai-chō, kamu bisa menikmati gelato dari susu segar yang baru diperah di peternakan. Aku ingin mampir untuk menikmati gelato sambil berwisata melihat terasering. Bisa menikmati pemandangan sekaligus sesuatu yang manis, bahkan sebelum berangkat pun aku sudah tak sabar.
Daya tarik
283 petak sawah terasering hingga ke laut
Dari hilir Sungai Hamano'ura ke arah Laut Genkai, 283 petak sawah terasering seluas 11.5 ha tersusun di lereng. Saat mataku mengikuti pematangnya yang berkelok, sawah-sawah itu tampak menyambung hingga laut di kejauhan. Aku sampai menahan napas.
Masa lalu yang tersimpan di pematang batu
Kabarnya, sawah berundak dengan pematang batu ini telah diwariskan sejak zaman Sengoku dan Edo. Membayangkan kehidupan yang terus berlangsung di balik permukaan air yang memantulkan matahari senja membuatku ingin memandangnya sedikit lebih lama.
Rute dan serunya berkendara
Menuju Terasering Hamano'ura
- Dari Simpang Susun Kitahata
- 30 menit
- Area parkir
- Area parkir 1 dan 2
Dari Simpang Susun Kitahata di Jalan Tol Nishi-Kyushu, perjalanan ke Terasering Hamano'ura memakan waktu sekitar 30 menit. Kamu bisa memarkir kendaraan di area parkir 1 atau 2. Setelah turun dari mobil, aku berjalan ke gardu pandang dan langsung terpikat oleh pemandangan sawah berundak yang mengarah ke laut.
Artikel tempat tujuan lainnya
Kalau kamu suka artikel ini, coba mampir juga ke tempat-tempat lain di sekitar sini. Aku sudah berkali-kali datang ke tempat-tempat itu pada musim yang berbeda.