Wilayah pegunungan Kumamoto dan Yatsushiro
Berkendara ke Gokanosho Ke lembah pada November. Dari jembatan bawah, tampak satu lagi jembatan gantung di atas
Aku suka karena di sini kita bisa berdiri dekat dedaunan musim gugur di atas jembatan, bukan cuma memandang gunung dari kejauhan. Dedaunannya terbentang bagai bunga sampai ke ujung jalan papan, dan aku berkali-kali berhenti melangkah.
Ini cerita tentang hari saat aku menikmati daun musim gugur di lembah dari Jembatan Shakunage. Coba temukan ujung jalan papan dan satu lagi jembatan yang tampak di kanan atas.
Musim gugurSekitar awal hingga pertengahan November
Dari jembatan bawah, masuk ke lembah musim gugur
Pada awal November, aku mampir ke jembatan gantung Momigi di Gokanosho. Setelah selesai berkendara melewati jalan pegunungan, aku turun dari mobil dan menuju jembatan papan bersama teman touringku. Daun musim gugur membentang sampai ke ujung jembatan; begitu melewati pintu masuk, langkahku langsung melambat.
Jembatan yang membentang di bawah adalah Jembatan Shakunage, panjangnya 59m. Sambil berjalan, aku menoleh ke kiri dan melihat sungai mengalir di antara bebatuan putih. Rasanya aneh—tadi aku mendaki gunung dengan mobil, sekarang aku menyeberangi lembah itu dengan kakiku sendiri.
Angin menerpa, dan aku merapatkan kedua tangan di depan mantel biru tuaku. Setiap kali melihat dedaunan dari dekat, rasanya aku ingin tinggal sedikit lebih lama di sini.
Saat menengadah ke kanan atas, kulihat satu lagi jembatan membentang di atas pepohonan. Di atas ada Jembatan Ayatori, di bawah Jembatan Shakunage—sepasang jembatan gantung bertingkat. Ketika aku bertanya kepada temanku, “Kira-kira apa yang terlihat dari sana?”, aku jadi tidak sabar menantikan pemandangan berikutnya, meski lembahnya sama.
Awalnya, jembatan ini dipakai warga sebagai jalan sehari-hari. Sambil berjalan ke ujung papan, aku membayangkan orang-orang yang sudah hilir mudik di sini jauh sebelum pengunjung datang untuk melihat daun musim gugur. Memikirkan bahwa jalan ini bukan hanya menyuguhkan pemandangan indah, tetapi juga menghubungkan kehidupan warga di pegunungan, membuatku ingin memandangnya sekali lagi sebelum pulang.
Di Yamame-sō, Gokanosho, kamu bisa menikmati masakan yamame dan hasil bumi pegunungan. Sambil berjalan kembali melewati jembatan, aku bilang kepada temanku bahwa lain kali aku ingin menginap dan menikmati hidangannya dengan santai. Aku sudah mulai membayangkan perjalanan yang bukan cuma untuk menikmati daun musim gugur, tetapi juga hidangan pegunungan.
Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.
Foto tempat ini1 gambar
-
Wilayah pegunungan Kumamoto dan Yatsushiro · Daun musim gugur
Kuliner khas
Yamame dan hasil bumi pegunungan Gokanosho
Di penginapan Yamame-sō di Momigi, kamu bisa menikmati masakan yamame dan hasil bumi pegunungan sesuai musim. Untuk perjalanan berikutnya ke Gokanosho, aku ingin menyempatkan satu malam untuk menikmati hidangan pegunungan dengan santai.
Daya tarik
Menyusuri lembah di antara dedaunan musim gugur
Saat berjalan di atas papan Jembatan Shakunage, daun musim gugur tampak begitu dekat. Aku jadi ingin bergantian memandang gunung di kejauhan dan sungai di bawah kaki.
Sepasang jembatan gantung yang menghubungkan kehidupan warga
Dulu, kedua jembatan ini dipakai warga sebagai jalan sehari-hari. Saat membayangkan kehidupan di pegunungan yang pernah terhubung lewat jalan yang kini kulewati, rasanya cara pandangku terhadap pemandangan ini sedikit berubah.
Info jalan dan jalur jalan kaki
Jembatan Gantung Momigi: Jembatan Shakunage
- Panjang Jembatan Shakunage
- 59m
- Ketinggian Jembatan Shakunage
- 17m
Jembatan yang berada di bawah ini adalah jalur pejalan kaki. Kamu bisa menyeberangi lembah yang dipenuhi daun musim gugur sambil memandang Jembatan Ayatori yang tampak di kanan atas.
59m dan 17m adalah ukuran Jembatan Shakunage yang berada di bawah.
Artikel tempat tujuan lainnya
Kalau kamu suka artikel ini, coba mampir juga ke tempat-tempat lain di sekitar sini. Aku sudah berkali-kali datang ke tempat-tempat itu pada musim yang berbeda.