Yobuko dan Jembatan Pejalan Kaki Benten
Jembatan Yobuko Shumai cumi dan laut senja di bawah jembatan
Aku datang untuk melihat Jembatan Yobuko, tapi ternyata justru jembatan pejalan kaki di bawahnya yang membuatku lama berhenti. Laut terasa dekat, dan cahaya senja berkilau di permukaan air. Aku juga ingin menikmati shumai cumi yang kubawa di sini, pelan-pelan.
Baca kisah perjalananku saat menemukan pemandangan ini pada sore hari di bulan Agustus.
Musim panasSore hari pada bulan Agustus
Shumai cumi dan laut senja di bawah jembatan
Di dekat pagar Jembatan Pejalan Kaki Benten, kubuka kotak kertas kecil. Kuangkat sepotong shumai cumi yang dibalut potongan-potongan putih kecil dan tipis; cahaya senja menyentuh permukaannya. Kubawa ke bibir dan mencicipi satu suap dulu. Setelah menikmati teksturnya yang empuk, aku memandang laut. Rasanya, tempat ini memang pilihan yang pas untuk beristirahat hari ini.
Balok utama Jembatan Yobuko memanjang tepat di atas kepalaku. Baru kali ini aku melihat pilar-pilar jembatan menjulang dari laut sedekat ini. Jembatan yang sama terasa berbeda saat kulintasi dengan mobil di atasnya dan saat kupandang dari bawah. Di balik pagar tampak bebatuan dan permukaan air; lautnya terasa begitu dekat dengan tempat kakiku melangkah.
Jembatan yang menghubungkan Yobuko dan Kabeshima panjangnya 728m dan kabarnya mulai beroperasi pada tahun pertama era Heisei. Panjang Jembatan Pejalan Kaki Benten di bawahnya 220m. Sambil memegang kotak, aku beristirahat sebentar, lalu memutuskan berjalan di jembatan pejalan kaki setelah selesai makan. Berjalan di jembatan kecil untuk mengagumi jembatan besar—ternyata aku suka kombinasi itu.
Angin laut menyentuh bahuku yang terbuka karena blus berwarna koral yang kukenakan. Saat kukatakan kepada temanku, “Untung kita datang sore-sore, ya,” dia ikut memandang permukaan laut. Cahaya seolah berkumpul di ombak dekat sini, lebih terang daripada di garis pantai yang jauh. Mataku terus mengikuti kilau di ombak yang sama. Hari ini, sebelum memotret matahari terbenam, aku ingin lebih dulu menikmati cahaya ini.
Di Yobuko, cumi bukan hanya dinikmati sebagai ikizukuri (sashimi dari cumi hidup); shumai cumi juga menjadi hidangan khas yang digemari. Hari ini aku membawa shumai yang disiapkan di Yobuko, tapi sepertinya cocok juga untuk oleh-oleh. Sambil menikmati teksturnya yang empuk, setiap suapan mengingatkanku betapa menyenangkannya berada di kota tepi laut ini. Aku dan temanku sempat membicarakan perjalanan berikutnya untuk menjelajahi Kabeshima.
Setelah membereskan kotak dan mulai berjalan, pagar jembatan berbelok mengikuti garis pantai. Hanya dengan berpindah sedikit dari tempatku tadi berhenti, pemandangan tiang jembatan dan laut sudah berubah. Saat berkendara melintasi jembatan lain kali, aku juga ingin menyempatkan jalan santai ini. Di perjalanan ke Jembatan Yobuko, kita bisa menikmati pemandangan dari atas dan bawah sekaligus, ya.
Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.
Kuliner khas
Shumai cumi
Shumai cumi khas Yobuko yang lembut dan empuk. Di Ikadōraku, yang ada di Pulau Kabeshima, shumai ini juga tersedia sebagai oleh-oleh. Mencicipinya saat singgah di Yobuko bisa menjadi salah satu kenikmatan dalam perjalanan.
Daya tarik
Jalan santai di tepi laut di bawah jembatan
Balok dan pilar Jembatan Yobuko tampak jelas dari Jembatan Pejalan Kaki Benten. Ini pertama kalinya aku melihatnya sedekat ini; setiap langkah membuat tampilan jembatan dan laut terasa berbeda.
Shumai cumi Yobuko
Camilan khas Yobuko yang lembut dan empuk. Tambahkan keseruan perjalanan dengan mencicipinya di kota atau memilihnya sebagai oleh-oleh.
Data dua jembatan
Jembatan Yobuko dan Jembatan Pejalan Kaki Benten di bawahnya
- Panjang Jembatan Yobuko
- 728m
- Panjang Jembatan Pejalan Kaki Benten
- 220m
Jembatan besar yang menghubungkan Yobuko dengan Kabeshima dan jembatan pejalan kaki yang dekat dengan permukaan laut.
728m adalah panjang Jembatan Yobuko yang dilintasi dengan mobil, sedangkan 220m adalah panjang Jembatan Pejalan Kaki Benten di bawahnya. Aku ingin menikmati pemandangan dari atas sekaligus dari bawah.
Artikel tempat tujuan lainnya
Kalau kamu suka artikel ini, coba mampir juga ke tempat-tempat lain di sekitar sini. Aku sudah berkali-kali datang ke tempat-tempat itu pada musim yang berbeda.