Kota Saikai dan Tanjung Biwaishi-no-hana, Prefektur Nagasaki
Nagasaki Sunset Road (Kota Saikai, Rute Nasional 202) Senja di laut dan jeruk Saikai di Tanjung Biwaishi-no-hana
Saat menyusuri Nagasaki Sunset Road di Kota Saikai, aku ingin berhenti sejenak untuk menikmati matahari terbenam, bukan hanya terus berkendara. Pada sore di penghujung musim gugur, aku turun dari mobil di Tanjung Biwaishi-no-hana dan mengupas jeruk Saikai. Cahaya matahari yang mencapai laut makin memanjang sedikit demi sedikit.
Baca kisah perjalananku tentang pemandangan yang kulihat pada sore di penghujung musim gugur di Nagasaki Sunset Road (Kota Saikai, Rute Nasional 202).
Musim gugurSore hari di penghujung musim gugur
Senja di laut dan jeruk Saikai di Tanjung Biwaishi-no-hana
Aku tiba di area parkir Tanjung Biwaishi-no-hana pada sore hari dan berhenti di sana. Pagar pembatas rendah terbentang di depanku, dengan pantai berbatu dan laut di baliknya. Aku dan temanku sepakat menunggu matahari terbenam di sini, jadi kami beristirahat agak lama.
Aku merapatkan kedua sisi mantel camel di depan tubuh, lalu mengupas jeruk Saikai yang kubawa. Buahnya kecil dan muat di satu tangan; kuambil seulas lalu kubawa ke mulut. Rasanya manis dengan sedikit asam, pas dinikmati pelan-pelan sambil menikmati angin laut.
Saat mengalihkan pandangan dari jeruk ke laut, permukaan air berkilau terkena sinar matahari. Bebatuan hitam di dekatku tampak jelas bentuknya, sementara jembatan dan bukit di kejauhan terlihat sebagai garis-garis tipis di langit senja. Saat memandangi yang dekat dan jauh sekaligus, luasnya laut terasa nyata.
Nagasaki Sunset Road adalah rute di bagian barat Prefektur Nagasaki yang terutama melewati jalan-jalan pesisir. Di Kota Saikai, rute utamanya meliputi Rute Nasional 202 dan jalan dari Jembatan Oshima menuju Sakito. Hari ini aku mampir ke Tanjung Biwaishi-no-hana untuk menikmati matahari terbenam.
Saat temanku memandangi laut, aku makan seulas jeruk lagi. Kota Saikai dikenal sebagai penghasil jeruk dengan rasa manis dan sedikit asam. Menikmati buah khas daerah sambil memandangi laut membuatku ingin membawa pulang jeruk yang sama sebagai oleh-oleh.
Setelah membereskan kulit jeruk, aku masih belum ingin kembali ke mobil. Cahaya di permukaan laut berkilau, dan siluet bebatuan tampak lebih gelap daripada tadi. Aku memilih rute ini demi matahari terbenam, lalu menunggu sebentar setelah tiba. Di Tanjung Biwaishi-no-hana, aku mulai menyukai momen perjalanan seperti ini.
Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.
Foto tempat ini1 gambar
-
Kota Saikai dan Tanjung Biwaishi-no-hana, Prefektur Nagasaki · Musim gugur
Kuliner khas
Jeruk Saikai
Kota Saikai memperkenalkan jeruk ini sebagai produk khas setempat. Aku membawanya untuk camilan saat berhenti menunggu matahari terbenam; rasanya manis dengan sedikit asam.
Daya tarik
Senja di Tanjung Biwaishi-no-hana
Area parkir ini direkomendasikan Kota Saikai sebagai tempat menikmati matahari terbenam. Aku turun dari mobil dan memandangi kilau laut di balik pantai berbatu.
Jalur pesisir Saikai dan jeruk lokal
Dalam perjalanan menyusuri jalan pesisir, aku menyempatkan diri berhenti untuk menikmati jeruk Saikai. Aku ingin mengingat rasa manis-asamnya bersama pemandangan yang kunikmati di sini.
Rute dan tempat istirahat dalam perjalanan ini
Bagian Kota Saikai di Nagasaki Sunset Road
- Rute pesisir utama di Kota Saikai
- Rute Nasional 202
- Tempat melihat matahari terbenam
- Area parkir Tanjung Biwaishi-no-hana
Di Kota Saikai, rute utamanya meliputi Rute Nasional 202 dan jalan dari Jembatan Oshima menuju Kota Sakito. Kali ini, aku berhenti untuk menikmati pemandangan senja di area parkir Tanjung Biwaishi-no-hana.
Nagasaki Sunset Road membentang luas, dan aku memilih Tanjung Biwaishi-no-hana, tempat menikmati senja yang direkomendasikan Kota Saikai. Kamu bisa memadukannya dengan perjalanan di Rute Nasional 202.
Artikel tempat tujuan lainnya
Kalau kamu suka artikel ini, coba mampir juga ke tempat-tempat lain di sekitar sini. Aku sudah berkali-kali datang ke tempat-tempat itu pada musim yang berbeda.