Lewati ke konten utama
PROJECT ZQQ
Bahasa Indonesia

Kota Sasebo dan Kota Saikai, Prefektur Nagasaki

Jembatan Saikai Turun dari mobil, lalu berjalan kaki untuk melihat gerak air di selat

Selain menyeberangi Jembatan Saikai dengan mobil, sempatkan juga berjalan kaki untuk menikmati pemandangan selat. Pada siang hari di akhir Maret, dari jalur pejalan kaki di Jembatan Shin-Saikai, aku bisa melihat jelas lengkungan Jembatan Saikai Lama di kejauhan dan gerak air di permukaan.

Baca kisah perjalananku tentang pemandangan yang kulihat di Jembatan Saikai pada siang hari di akhir Maret.

Tokoh utama memandang lengkungan Jembatan Saikai Lama dan Selat Hario dari bawah gelagar dan rangka diagonal Jembatan Shin-Saikai. Ia mengenakan kardigan biru tua dan rok abu-abu. Pada siang hari di musim semi, pohon sakura tampak di antara pepohonan hijau di kedua sisi.

Musim semiSiang hari di akhir Maret

Turun dari mobil, lalu berjalan kaki untuk melihat gerak air di selat

Aku memarkir mobil lalu menuju jalur pejalan kaki Jembatan Shin-Saikai. Gelagar jembatan membentang di atas kepala, sementara rangka-rangka diagonal tampak di sebelah kiri. Di sela-selanya terbentang Selat Hario, dan di kejauhan, sebuah jembatan lain membentuk lengkungan besar. Dari sini, jembatan itu terlihat berbeda dibanding saat aku hanya melintasinya.

Lengkungan yang tampak di depanku itu milik Jembatan Saikai, yang dibangun pada 1955. Ini jembatan berbeda dari Jembatan Shin-Saikai yang sedang kami lintasi dengan berjalan kaki. Sambil membandingkan bentuk keduanya, aku dan temanku mengobrol bahwa kalau ingin menikmati jembatan, kami sebaiknya menyempatkan waktu untuk berjalan kaki di sini.

Sambil merapatkan kedua tangan, aku memandangi permukaan air. Garis-garis putih tipis tampak membelah laut biru. Arahnya berubah, seolah air berkumpul lalu menyebar lagi. Hari ini, alih-alih menghitung pusaran besar, aku asyik mengikuti gerak air di dekatku.

Jembatan ini membentang di atas Selat Hario, yang terkenal dengan arus deras dan pusaran air. Saat musim semi, bunga sakura di sekitarnya juga bisa dinikmati, jadi setelah mengamati gerak air, sempatkan juga berjalan-jalan di taman. Aku memakai blus merah muda pucat dan kardigan biru tua. Sambil merasakan angin laut, mataku juga tertuju pada bunga-bunga.

Jembatan Saikai Lama memiliki panjang total 316m dan tinggi 43m dari permukaan laut. Saat berkendara di atasnya, jembatan terasa seperti jalan yang menyambung tanpa putus. Namun, dari samping, lengkungannya terlihat membentang melintasi selat yang lebar. Menyeberang, mendongak, lalu memandang ke sekeliling—setiap sudut memberi gambaran yang berbeda.

Setelah berjalan-jalan, aku ingin makan nasi dengan hidangan laut di restoran Toto no Yado dekat sini. Tapi sebelum memilih hidangan, aku dan temanku mau melihat bunga sakura di taman dulu. Awalnya kami hanya berniat menyeberangi jembatan lalu pulang, tapi akhirnya sempat berjalan-jalan menikmati pemandangan. Senang rasanya.

Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.

Foto tempat ini1 gambar

  • Kota Sasebo dan Kota Saikai, Prefektur Nagasaki · Musim semi

Kuliner khas

Nasi dengan hidangan laut

Hidangan nasi dengan hasil laut yang ditawarkan di restoran Toto no Yado dekat Jembatan Saikai. Aku ingin memesannya setelah menikmati sakura dan berjalan-jalan melihat jembatan.

Daya tarik

Lihat lengkungan jembatan lama dari jembatan baru

Kalau berhenti di jalur pejalan kaki Jembatan Shin-Saikai, kamu bisa melihat lengkungan Jembatan Saikai Lama di seberang. Coba bedakan gelagar di atas kepala dengan jembatan yang tampak di kejauhan.

Ikuti gerak air perlahan

Selat Hario dikenal dengan arus deras dan pusaran airnya. Kalau turun dari mobil lalu berjalan kaki, arah garis-garis di permukaan air pun jadi menarik untuk diamati.

Data Jembatan Saikai Lama

Jembatan Saikai (berbeda dari Jembatan Shin-Saikai)

Panjang Jembatan Saikai Lama
316m
Tinggi dari permukaan laut
43m

Jembatan lengkung yang melintasi Selat Hario. Aku melihatnya dari jalur pejalan kaki Jembatan Shin-Saikai.

Angka 316m dan 43m adalah panjang Jembatan Saikai Lama dan tingginya dari permukaan laut. Angka itu bukan panjang jalur pejalan kaki Jembatan Shin-Saikai yang kulalui dalam artikel ini dan bukan pula beda ketinggian maksimum di sepanjang jalan.