Kedaka-chō, Kota Tottori, Prefektur Tottori
Berkendara ke Titik Pandang Uomidai Dari jalan pesisir menuju bukit, singgah di penghujung musim panas
Dalam perjalanan menyusuri Rute Nasional 9, aku ingin mampir sebentar ke Titik Pandang Uomidai. Begitu turun dari mobil, angin dari atas bukit langsung terasa. Sampai-sampai, pir Nijisseiki di tanganku pun ingin kupandangi lama-lama.
Kisah di sore penghujung Agustus, saat musim pir Nijisseiki tiba dan suasananya masih terasa seperti musim panas.
Musim panasSore hari di penghujung Agustus
Penghujung musim panas dalam genggaman
Aku memarkir mobil merah dan melangkah ke plaza berlantai bata. Sore ini aku mengenakan atasan kotak-kotak dan celana pendek putih; suasananya masih terasa seperti puncak musim panas. Saat menaruh kacamata hitam di atas kepala, pepohonan di seberang jalan tampak jelas. Tadinya aku hanya ingin berhenti sebentar setelah berkendara, tetapi begitu menjauh dari mobil dan berdiri, rasanya waktu singgah ini baru saja dimulai.
Aku memutar pir Nijisseiki yang kupegang dengan kedua tangan. Sinar matahari menyentuh kulitnya yang hijau kekuningan hingga corak halusnya tampak. Mulai akhir Agustus, pir Nijisseiki hasil budidaya di lahan terbuka memasuki puncak musimnya, jadi cocok sekali untuk camilan selama perjalanan di Tottori. Aku memang ingin langsung memakannya, tetapi melihat bentuknya yang bulat saja sudah membuatku senang. Nanti setelah pulang, aku ingin mendinginkannya dulu, lalu menikmati kerenyahannya saat digigit.
Nama Uomidai berasal dari kisah para nelayan di atas bukit yang dulu berteriak memberi aba-aba saat gerombolan besar ikan sarden datang. Kupikir tadi tempat ini cuma tempat singgah dengan pemandangan bagus. Tapi kini seolah ada suara para nelayan yang bekerja di laut ikut hadir. Jalan pesisir yang tadi kulewati pun terasa berbeda, bukan sekadar jalan dengan pemandangan indah.
Saat berhenti di dekat bangku di plaza, terlihat jalan yang tadi kulewati di antara deretan rumah dan gunung di kejauhan. Saat berada di mobil, perhatianku tertuju pada tikungan berikutnya; sekarang aku malah asyik memperhatikan bagaimana jalan itu membentang. Aku jadi ingin tinggal lebih lama di sini—berjalan ke arah laut untuk menikmati pemandangan, mencari monumen lagu Kaigara-bushi, lalu menikmati suasananya.
Dari Stasiun Tottori, perjalanan dengan mobil ke Titik Pandang Uomidai memakan waktu sekitar 25 menit lewat Rute Nasional 9 ke arah Kurayoshi dan Yonago. Perjalanan menyusuri pesisir ini enak diselingi singgah sejenak di bukit, sekadar merasakan anginnya. Aku membetulkan letak pir di tanganku dan menoleh ke arah mobil; rasanya aku ingin melanjutkan perjalanan sedikit lebih jauh. Momen bersantai tanpa terburu-buru di sini sepertinya akan jadi salah satu kenangan perjalanan yang ingin kuceritakan setelah pulang.
Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.
Foto tempat ini1 gambar
-
Kedaka-chō, Kota Tottori, Prefektur Tottori · Musim panas
Kuliner khas yang ingin kucoba di perjalanan
Pir Nijisseiki
Kalau ke Tottori, pir Nijisseiki hasil budidaya di lahan terbuka yang mulai memasuki musimnya pada akhir Agustus pasti membuatku penasaran. Aku ingin menikmati rasa manis dan asamnya serta teksturnya yang renyah.
Daya tarik
Jeda di jalan pesisir
Di tengah perjalanan menyusuri Rute Nasional 9, enak juga turun dari mobil dan menikmati suasana di atas bukit.
Kisah nelayan di balik namanya
Setelah tahu kisah para nelayan yang dulu berteriak memberi aba-aba saat melihat gerombolan ikan, aku jadi bisa membayangkan suara mereka. Jalan pesisir yang tadi kulewati pun terasa berbeda.
Data jalan dan lokasi
Menuju Titik Pandang Uomidai lewat Rute Nasional 9
- Waktu berkendara dari Stasiun Tottori
- Sekitar 25 menit
- Ketinggian bukit
- 100m
Ini rute pesisir dari Stasiun Tottori ke arah Kurayoshi dan Yonago.
Dari Stasiun Tottori, perjalanan ke sini sekitar 25 menit dengan mobil. Aku ingin menikmati pemandangan laut, lalu beristirahat di plaza.
Artikel tempat tujuan lainnya
Kalau kamu suka artikel ini, coba mampir juga ke tempat-tempat lain di sekitar sini. Aku sudah berkali-kali datang ke tempat-tempat itu pada musim yang berbeda.