Lewati ke konten utama
PROJECT ZQQ
Bahasa Indonesia

Kagoshima · Akune / Nagashima

Berkendara ke Jembatan Kuro-no-Seto Menikmati pemandangan ke arah Nagashima dari Anjungan Pandang Uzushio pada siang hari di awal musim panas

Saat melihat rangkaian segitiga biru di jembatan, aku jadi penasaran dengan arus laut di bawahnya. Aku suka berdiri di tempat yang sama dan bergantian memandangi jembatan serta permukaan air.

Ini kisah siang ketika aku berdiri di dek pandang dengan blus lengan pendek. Mampirlah dulu untuk menikmati pemandangan jembatan sebelum memulai perjalanan dengan mobil menuju Nagashima.

Seorang perempuan mengenakan blus putih lengan pendek dan rok selutut berwarna terang berdiri di dek kayu Anjungan Pandang Uzushio, dengan rangka baja biru Jembatan Kuro-no-Seto dan selat di belakangnya

Musim panasSiang hari di awal musim panas

Di bawah jembatan biru, permukaan laut ikut bergerak

Siang hari di awal musim panas, aku mampir ke Anjungan Pandang Uzushio bersama temanku dalam perjalanan menuju Nagashima. Begitu turun dari mobil dan melangkah ke dek, Jembatan Kuro-no-Seto dengan rangka baja biru tampak dekat. Memandanginya sebentar sebelum menyeberang saja sudah membuatku makin bersemangat untuk pergi ke pulau.

Berdiri di dekat pagar dengan blus putih lengan pendek, aku melihat rangkaian segitiga jembatan membentang jauh ke depan. “Oh, jadi rangka jembatan seperti ini terdiri dari segitiga-segitiga yang tersambung, ya,” kataku kepada temanku. Saat memandang pepohonan di seberang jembatan, aku jadi tak sabar melanjutkan perjalanan.

Ketika pandanganku beralih dari jembatan ke permukaan laut, terlihat garis-garis arus di sana. Aku lama memandang ke satu arah sambil menelusuri gerakannya. Menyenangkan juga memandangi air tepat di hadapanku, bukan cuma mencari pusaran besar.

Selat Kuro-no-Seto berada di antara Akune dan Nagashima. Saat pasang besar, ada kalanya pusaran besar bisa terlihat dari anjungan ini. Hari ini, aku menikmati bentuk jembatan dan arus lautnya. Waktu aku dan temanku mulai membicarakan kapan bisa datang lagi, aku jadi ingin mengunjungi tempat yang sama sekali lagi.

Setelah menyeberangi jembatan, aku juga ingin mampir ke Pasar Kuro-no-Seto Dandan. Di sana tersedia ikan buri hasil budi daya dari Nagashima, sashimi, dan kentang yang tumbuh di tanah merah. Aku juga menantikan saat memilih makanan nanti; setelah berbincang soal belanja dengan temanku, aku kembali ke mobil.

Aku kembali ke kursi pengemudi, menggenggam setir, dan menatap jalan di depan sebelum mulai berkendara menuju jembatan. Jembatan biru yang tadi kulihat dari luar kini menjadi jalan yang akan kulewati. Karena sempat berhenti untuk memandangi laut, aku jadi menikmati perjalanan sampai tiba di Nagashima.

Bagian cerita merupakan fiksi yang terinspirasi oleh tempat ini. Untuk informasi yang akurat, silakan periksa situs pariwisata resmi atau situs informasi.

Foto tempat ini1 gambar

  • Kagoshima · Akune / Nagashima · Jembatan dan arus laut di awal musim panas

Kuliner khas

Ikan buri dari Nagashima dan kentang tanah merah

Di Michi-no-Eki bernama Pasar Kuro-no-Seto Dandan, tersedia ikan buri hasil budi daya dari Nagashima, sashimi, dan kentang yang tumbuh di tanah merah. Saat mampir dalam perjalanan menyeberangi jembatan, aku juga ingin berbelanja sambil memilih cita rasa khas pulau.

Daya tarik

Menikmati rangka baja biru dari luar

Jembatan rangka baja dengan susunan segitiga ini panjangnya 502m. Setelah memandanginya dari anjungan sebelum menyeberang, aku makin bersemangat melanjutkan perjalanan.

Mengikuti arus selat

Di bawah jembatan terbentang Selat Kuro-no-Seto, tempat arus laut bergerak cepat. Aku ingin berdiri di dekat pagar dan memandangi garis-garis yang tampak di permukaan air cukup lama.

Informasi jalan dan akses

Jembatan Kuro-no-Seto dan anjungan pandang

Panjang jembatan
502m
Dengan mobil dari Stasiun Origuchi
Sekitar 11 menit

Jembatan ini menghubungkan Akune dengan Nagashima. Aku ingin menikmati perjalanan ke pulau setelah memandangi jembatan dan laut dari anjungan.

502m adalah panjang jembatan, sedangkan sekitar 11 menit merupakan perkiraan waktu tempuh dengan mobil dari Stasiun Origuchi.